Sabtu, 17 September 2016

Sendok Plastik Berbahaya, Prancis Melarang Keberadaannya



 Kabarnya pada tahun 2020 Prancis akan melarang penggunaan alat makan plastik seperti piring, gelas, sendok, garpu, dan pisau. Di tahun tersebut pula para produsen plastik harus memastikan produknya bersumber dari bahan-bahan biologis dan bisa didaur ulang.

Operasi Gratis Bisa Dengan BPJS



Tanggal 2 Oktober dan 30 September adalah waktu tak terlupakan bagi kakak beradik Afrida dan Merry, Ketika itu adalah waktu bagi keduanya menjalani operasi pengangkatan tumor jinak di payudara atau biasa disebut FAM (Fibroadenoma Mammae).

Senin, 12 September 2016

Daging Kambing Menyehatkan, Tinjauan Islam dan Medis



Ketika Idhul adha bisa dibilang “daging berlimpah”, tersebar viral agar hati-hati makan daging (terutama daging kambing) karena bisa menimbulkan penyakit atau membuat beberapa penyakit kambuh dan tambah parah. Benarkah hal ini?

Jumat, 09 September 2016

Bayi Prematur


Hamil dan melahirkan merupakan pengalaman paling berkesan yang dialami setiap ibu. Bayi yang terlahir merah, menangis kuat, bergerak aktif adalah penghapus seluruh keletihan yang dialami selama 9 bulan mengandung.
Tetapi bagaimana bila bayi terlahir prematur? Bayi yang harus terlahir dengan usia kehamilan belum genap 37 minggu ini umumnya memiliki paru-paru yang belum “matang” untuk menghirup oksigen secara sempurna di dunia luar rahim. Bisa jadi, bayi lahir tidak menangis, sesak napas, dan segera membutuhkan alat bantu napas canggih. Apakah kondisi ini selalu terjadi pada bayi prematur? Adakah masalah-masalah kesehatan lain yang bisa timbul?

Awas ! Obesitas Mengintai Anak



Faktor nutrisi menjadi salah satu penyebab utama masalah kesehatan anak di Indonesia. Di satu sisi, banyak anak menderita kekurangan nutrisi, di sisi lain, banyak pula anak yang kelebihan kalori atau obesitas. Keduanya sama-sama mengalami kondisi tidak sehat. Dari penelitian yang dilakukan Masyarakat Pediatri Indonesia pada anak-anak sekolah dasar di 10 kota besar di Indonesia 2002-2005, angka obesitas rata-rata tergolong tinggi, 10%-12,2%. Penelitian serupa yang dilakukan pada anak-anak sekolah dasar di Jakarta pada 2006, malah menunjukkan angka mengejutkan, 9,8% hingga 37%. Masalah obesitas ini tampaknya tidak hanya terjadi di Indonesia. Badan Kesehatan Dunia, WHO, bahkan sudah menetapkan obesitas sebagai epidemik global yang harus segera diatasi. Celakanya, masih ada pola pikir yang keliru dari para orang tua. Anak yang gendut, montok, dan berpipi chubby masih menjadi kebanggaan sebagian besar orang tua. Padahal, menurut para ahli kesehatan dunia, anak yang obesitas terancam sederet penyakit berat di masa mereka dewasa. FAKTOR GENETIS ATAU POLA MAKAN? Melia (32) cemas bukan main. Anaknya, Jerry (8), tak bisa bergaul dengan teman sebayanya. Penyebabnya, Jerry kerap menjadi sasaran ledekan temannya karena bentuk tubuhnya. Beratnya mencapai 60 kilogram, dengan tinggi badan 148 cm. “Waktu Jerry berusia 2 tahun, posturnya masih bagus. Sejak ia dititipkan di rumah neneknya, berat badannya melambung. Ia terlalu dimanjakan neneknya, makan apa saja dibolehkan. Dari kecil, porsi makan Jerry dibiasakan sebesar orang dewasa,” kenang Melia, yang pernah ‘menitipkan’ anaknya selama 2 tahun kepada orang tua untuk kuliah ke luar negeri. Kasus Jerry termasuk salah satu kasus obesitas pada anak. Menurut ilmu kedokteran, anak yang mengalami obesitas mempunyai kemungkinan 78% obesitas berlanjut pada saat remaja, dan 25%-50% pada saat dewasa. Seperti yang dikatakan ahli gizi, dr. Carmelita Ridwan, SpGK dari Klinik Primavita, Jakarta, “Orang dewasa yang obesitas mempunyai kemungkinan lebih besar untuk menderita penyakit-penyakit yang berhubungan dengan kelebihan berat badan. Antara lain, diabetes melitus, hipertensi, hipokolesterol, stroke, penyakit jantung koroner, kanker usus besar dan payudara, serta risiko kematian dini bila mengalami kegemukan saat remaja dibandingkan dengan orang dewasa yang mengalami obesitas saat dewasa.” Dokter Arifianto dari Yayasan Orang Tua Peduli, membenarkan hal tersebut. Ia menambahkan, penyakit-penyakit lain karena kondisi obesitas, antara lain saluran napas, asma, sleep apnea (gangguan tidur), dan gangguan ortopedi. Seperti apa, sih, seorang anak dikatakan obesitas? Cara paling mudah, yakni dengan melihat grafik berat badan yang ada di kartu kesehatan anak. Jika berat anak berdasarkan usia masih berada dalam garis hijau, berarti masih proporsional. Jika sudah di atas garis hijau, berarti menunjukkan kelebihan berat badan yang patut diwaspadai. Definisi WHO menghitung obesitas berdasarkan body mass index (BMI). Rumusnya, berat badan dibagi tinggi badan kuadrat (kg/m²). Disebut obesitas bila dilihat dalam tabel Z score, berdasarkan usia, didapat hasil di atas 3. Lantas, sejak kapan seorang anak bisa mengalami obesitas? Dokter Arifianto mengatakan, “Bayi baru lahir yang beratnya di atas 4 kilogram bisa dibilang overweight. Jika dirunut, pasti ada yang salah dengan ibunya. Bayi overweight biasanya karena ibunya menderita diebetes melitus tipe 2. Namun, sekarang ada pergeseran tren. Banyak bayi lahir dengan berat di atas 4 kilogram, tapi ibunya tidak terbukti diabetes. Belum ada penelitian lebih lanjut tentang fenomena ini,” ungkapnya. Lebih lanjut, dr. Arifianto menguraikan, anak yang obesitas dari usia 6 bulan, diprediksi akan obesitas pada usia 3 tahun. Anak yang obesitas pada usia 3 tahun, kemungkinan besar akan obesitas di usia remaja. Baik dr. Arifianto maupun dr. Carmelita mengatakan, faktor genetis memegang peranan dalam menyebabkan obesitas pada anak. Akan tetapi, faktor lingkungan amat besar pengaruhnya. “Kalau faktor lingkungan tidak mencetus, harusnya, meskipun ada faktor genetis, tidak sampai overweight,” ucap dr. Arifianto. Dokter Carmelita menambahkan, persisnya berapa persen faktor genetis ini berpengaruh, belum diketahui. Tetapi, ada yang menyebut, angkanya kurang lebih 30%. Sisanya, karena faktor lingkungan. Faktor lingkungan yang dimaksud, kata dr. Carmelita, antara lain pola makan yang mengonsumsi makanan tinggi kalori, misal junk food (burger, french fries, nugget, sosis, dan lainnya), minuman kotak/botol, minuman cepat saji dari sachet, camilan kue dan biskuit manis, serta pola makan yang kurang mengonsumsi buah dan sayur. “Kalau anak makan di restoran fast food, sudah pasti minyaknya banyak. Belum lagi minumnya soda yang bergula tinggi. Terus sayurnya mana? Padahal, sayur dan buah dalam piramida makanan adalah tingkat yang paling besar kedua setelah golongan serealia,” kata dr. Carmelita. Maka, dr. Carmelita menyarankan, konsumsi sayuran harus selalu ada di menu makan. Begitu juga buah. “Buah yang baik adalah buah potong atau yang di-blender. Bukan hanya sari buah yang berasal dari konsentrat dan tambahan gula,” tutur dr. Carmelita. WASPADA SEJAK ANAK BERUSIA ENAM BULAN Bagaimana cara mengantisipasi agar anak terhindar dari obesitas? Jawabannya lagi-lagi soal pola makan. Kebiasaan keluarga, pengetahuan serta kepedulian orang tua sangat berperan. “Orang tua harus membiasakan anak makan sayuran dan buah. Untuk itu, orang tua harus memberi contoh. Sebab, anak meniru kebiasaan orang tuanya,” saran dr. Carmelita. Selain itu, orang tua juga sebaiknya membatasi stok jajanan yang terlalu manis, serta snack yang mengandung MSG. Sebagai gantinya, lebih baik menyediakan makanan buatan sendiri, seperti cocktail buah, puding, atau bubur kacang hijau. Masalah kebiasaan pola makan ini, idealnya, menurut pendapat dr. Arifianto, sudah harus dibentuk sejak anak mulai dikenalkan makanan pendamping ASI (MPASI) di usia 6 bulan. Di usia ini, aktivitas makan bagi anak adalah proses belajar, mengenal berbagai bentuk, tekstur, dan rasa makanan, tanpa perlu sedikit pun memberi tambahan gula atau garam. “Anak belum perlu diberi makan banyak atau nasi 3 kali sehari. Sumber nutrisi utama anak masih dari ASI,” jelas dr. Arifianto. Kebiasaan memanjakan dan membebaskan anak memilih makanan dan jajanan yang disukai, bukanlah cara bijak. Bukan anak yang menentukan apa yang dimakan, melainkan orang tua. Sayangnya, umumnya para orang tua punya ketakutan berlebihan, jika anak rewel karena permintaan yang tak dituruti atau tak doyan makan sama sekali. Ditambah lagi, adanya dorongan ketidak puasan melihat anak tetangga yang lebih gemuk. Menurut dr. Arifianto, ada fenomena orang tua lebih senang pada anak yang gemuk. Soal ketidaktegaan ini diakui oleh Rika Martini, ibu dari Azka (4). Menurut Rika, Azka sering minta makan lebih banyak dari yang diberikan. “Kalau Azka minta nambah makan, masa saya larang, kasihan, ‘kan? Biasanya, malah baby sitter-nya yang tega melarang Azka nambah makan,” ujar Rika. Lain lagi kebiasaan Puti Dewi Oka, ibu dari Redfan (2). Sebagai wirausaha yang punya bisnis sendiri di rumah, kepraktisan terkadang menjadi nomor satu. “Nutrisi memang penting, tetapi menyediakan makanan bernutrisi sehari-hari sangatlah sulit. Apalagi saat di rumah tak ada pembantu yang memasak. Menu anak sama dengan menu untuk orang tuanya, hanya dibuat tidak pedas saja. Kadang-kadang anak menolak sayur. Jadi, kalau dia maunya nasi putih saja, ya, dituruti, yang penting Redfan mau makan,” ujar Puti. Sisilia Pujiastuti (32) juga pernah menghadapi masalah anak yang tidak mau makan. “Usia 14-16 bulan, Damai pernah susah makan. Saya sampai pusing memilihkan makanan untuknya. Saya sadari, kalau dalam fase itu kita salah mengambil keputusan, mungkin bisa berakibat fatal. Seperti cerita teman saya, ketika dalam fase tersebut anaknya tidak mau makan, dia memberikan fast food. Akhirnya, anak jadi ketagihan sampai sekarang,” ucap Sisil. Pada saat itu, Sisil membelikan Damai sebuah buku dari karakter di serial Sesame Street, Elmo, yang bertema healthy habit, tentang makanan sehat. Perlahan-lahan, Damai pun mau makan sayuran lagi. PENGARUH TELEVISI DAN VIDEO GAME Obesitas timbul karena asupan energi dari makanan dan minuman melebihi energi yang dikeluarkan untuk beraktivitas. Dalam hal ini, berlaku hukum termodinamika. “Kalori yang masuk harus sama dengan kalori yang keluar. Obesitas itu akibat dari ketidakseimbangan energi,” kata dr. Arifianto. Di luar kebiasaan dan pola makan itu, ada faktor penting yang menyebabkan obesitas, yakni kurangnya aktivitas fisik yang membakar kalori. Penelitian di negara maju mendapatkan hubungan antara aktivitas fisik yang rendah dengan obesitas. Keberadaan televisi dan video game yang menjadi ‘berhala’ baru anak zaman sekarang, banyak dituding sebagai faktor pembawa obesitas. Penelitian yang pernah dilakukan oleh G.D. Kopelman terhadap anak Amerika pada tahun 2000 menunjukkan, mereka yang menonton televisi 5 jam per hari mempunyai risiko obesitas sebesar 5,3 kali lebih besar dibanding mereka yang nonton televisi 2 jam per hari. Apa hubungannya? “Anak jadi malas bergerak karena keasyikan nonton teve. Apalagi, kebanyakan iklan di teve isinya menyuruh anak-anak jajan yang tak sehat,” kata dr. Arifianto. Idealnya, menonton teve cukup 2 jam saja sehari. Belum lagi, jika anak sudah mulai kecanduan video game dan internet, aktivitas fisiknya makin jauh berkurang. Untuk anak yang obesitas bahkan disarankan menonton teve kurang dari sejam per hari. Mengurangi kebiasaan menonton teve ini memang sangat sulit. Hal ini diakui Rika. Selain di sekolah, Azka jarang main di luar rumah. “Azka lebih suka main di kamar bersama mainannya atau nonton VCD. Malah, kalau sedang susah makan, baby sitter biasanya sengaja memutarkan VCD agar Azka mau makan,” jelasnya. Masalah yang hampir sama juga dihadapi Melia. Meski sudah mengurangi jam menonton teve, setiap akhir pekan, Jerry lebih senang menghabiskan waktu untuk main game ketimbang diajak main ke tempat wisata. “Hari Minggu, Jerry bisa 5 jam main PS atau game komputer,” ujar Melia. Lingkungan saat ini yang tidak memungkinkan anak-anak bermain di luar rumah, harus diakui, juga menjadi salah satu pemicu aktivitas anak lari ke televisi. Padahal, anak butuh ruang gerak untuk bermain dengan teman sepermainannya. Hal ini bisa disiasati, misalnya dengan mengikutsertakan anak dalam klub olahraga, atau les menari. Cara lain, “Joging di pagi atau sore hari, mengajak anak membantu beres-beres rumah, juga bisa menjadi alternatif murah dan menyehatkan,” kata dr. Carmelita, memberi saran. Kebiasaan lain yang membuat penurunan aktivitas anak adalah kenyamanan sarana transportasi. Coba diingat, berapa jam dalam sehari anak Anda berjalan kaki? “Orang tua cenderung mengantar anak sekolah dengan mobil, turun langsung di depan gerbang sekolah. Padahal, ada baiknya membiarkan anak jalan kaki setidaknya 15 menit dari jarak mobil ke sekolah,” kata dr. Arifianto. Bagaimana dengan anak-anak yang sudah telanjur mengalami obesitas? “ Hal yang perlu dilakukan adalah konseling gizi. Hitung berat badan ideal dan kebutuhan kalorinya. Perlu dijaga agar tidak mengonsumsi makanan yang mengandung kalori tinggi, memperbanyak sayur dan buah. Selain itu, aktivitas fisik juga harus diperbanyak. Usahakan agar berat badan anak tidak bertambah, dipertahankan hingga sesuai dengan usia yang seharusnya,” dr. Arifianto menjelaskan. Ia menambahkan, kecuali ada hal-hal khusus, misalnya anak yang obesitas disertai penyakit tertentu. “Kalaupun harus turun berat badan, penurunan tidak boleh drastis.” Penulis: Ficky Yusrini sumber: Majalah Femina edisi 19 tahun 2010


Supported By :

Gamis Katun Dan Pakaian Anak Ummu Nuriel
Sedia Baju Anak Branded dan Gamis Katun Jepang Murah Berkualitas
Pin BB : 27e3c74e
WA :+6282242318804
FB : Gamis Katun Dan Pakaian Anak Ummu Nuriel

Sabtu, 27 Agustus 2016

Susu dan Sembelit Pada Anak




Terkadang ada kasus anak di atas 1th susah untuk buang air besar. Ketika ke dokter maka akan ditanya : berapa banyak anaknya minum susu dalam sehari?

Merokok menyebabkan anemia



Percaya dengan pernyataan di atas? Selama ini bahaya rokok dikaitkan dengan efek langsung dari kandungan asapnya yang terhirup masuk ke dalam saluran napas, baik oleh si perokoknya langsung, perokok pasif, second-hand atau third hand smoker. Tapi ada efek tidak langsung lain yang sering saya temui di lapangan.

Kamis, 25 Agustus 2016

Hukum Berangkat Haji Lewat Jalur Ilegal



Di Saudi Arabia, ada sebuah aturan agar seseorang diizinkan untuk berhaji. Aturan ini dikeluarkan oleh pemerintah. Seseorang yang akan berhaji harus punya syarat tashrih. Namun syarat ini hanya dikeluarkan lima tahun sekali. Artinya lima tahun sekali baru bisa berhaji. Selain menjadi keputusan pemerintah, syarat ini menjadi keputusan negara-negara Islam dalam naungan OKI

Haji Jalur Ilegal Akibat Dari Permasalahan Kuota


 Pemerintah kembali dibuat kelimpungan mengurusi proses pemulangan warga negara Indonesia yang ditahan di Filipina. Kali ini bukan soal kendala permintaan tebusan sandera kelompok Abu Sayyaf, melainkan tentang nasib ratusan calon haji yang ditahan karena kedapatan mengantongi paspor palsu.

Resiko Berangkat Haji Jalur Ilegal


77 calon jemaah haji (CJH) asal Indonesia ditahan oleh petugas imigrasi Filipina karena diketahui menggunakan paspor Filipina untuk berangkat menuju ke Arab Saudi.
Miris memang. Mayoritas calon jemaah haji tersebut memilih untuk menggunakan paspor Filipina karena tak mau menunggu antrean kuota jemaah haji Indonesia. Sebagai jalan pintas, mereka mencoba menggunakan kuota jemaah haji Filipina.
Namun nahas, 177 calon jemaah haji tersebut justru menjadi korban penipuan yang diduga sindikat internasional.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Daerah Kerja (Daker) Makkah, Arsyad Hidayat mengimbau calon jemaah haji Indonesia untuk mendaftar melalui jalur resmi. Menurut dia, berangkat haji melalui jalur tidak resmi, alias ilegal, memiliki banyak risiko.
"Beberapa tahun lalu, banyak ditemukan jemaah non kuota tidak memiliki tempat tinggal, baik di Makkah, Madinah, atau Armina. Sehingga mereka ada sebagian yang masuk ke tenda-tenda jemaah haji reguler atau khusus," kata Arsyad seperti dikutip dari laman Kemenag.go.id.
Bahkan, Arsyad mengaku bahwa saat bertugas di Madinah tujuh tahun lalu, dirinya mendapati jemaah haji non kuota yang tertahan di terminal hijrah karena tidak ada akomodasi yang bisa mereka tempati di Madinah.

Insert : Gamis Katun Jepang Murah Berkualitas
Pin BB : 27e3c74e
WA :+6282242318804
FB : Gamis Katun Dan Pakaian Anak Ummu Nuriel
"Pihak di terminal hijrah tidak memberikan izin masuk kecuali sudah ada kontrak yang mengatakan bahwa jemaah tersebut punya tempat tinggal," ujarnya.
Penerapan sistem e-Hajj sejak dua tahun terakhir dinilai efektif dalam menekan keberadaan haji non kuota. Sebab, papar Arsyad, e-Hajj mampu memperketat proses penerbitan visa karena menyaratkan adanya kepastian kontrak akomodasi, transportasi, dan katering selama di Saudi.
"Kontrak itu, tidak hanya manual, tetapi kontrak elektronik yang harus mendapat persetujuan dari Kementerian Haji. Dari kontrak elektronik itu, kita bisa meng-entry nama untuk proses penerbitan visa. Tanpa kontrak elektronik, pihak Saudi tidak akan membuka akses untuk mengirim nama," ujarnya. (poy)
 SUMBER : Money.id

Bedah Halal-Haram Vaksin Hepatitis B


Ini adalah vaksin hepatitis B, vaksin yang paling pertama diberikan kepada bayi yang baru lahir. Yaitu dalam 12 jam pertama. Lihat apa kandungan yang tertera di kemasannya: 1. HBsAg 10 mikrogram. Ini adalah singkatan dari Hepatitis B Surface Antigen, yaitu protein virus hepatitis B yang akan merangsang kekebalan tubuh kita terhadap hepatitis B. Dibuatnya dari apa? Menggunakan teknologi DNA rekombinan, yaitu memperbanyak kode genetik protein ini di dalam sel kapang Saccharomyces cereviceae. Pakai babi atau media hewan lainnya? Ya jelas tidak. Pakai kapang. Lalu tahu ya seberapa banyak 10 mikrogram itu? Ya betul, mikrogram adalah seperseribu miligram. Sedikit nian! 2. Aluminium hidroksida 0,25 mg. Hah, pakai aluminium? Apa gunanya? Yaitu sebagai ajuvan, alias bahan yang dapat memperkuat respon imunologis vaksin, tanpa harus menggunakan jumlah bahan aktif vaksin yang banyak. Inilah keuntungan ajuvan, meminimalisir jumlah bahan aktif vaksin yang masuk ke tubuh. Tahukah Anda? Bayi yang mendapatkan ASI eksklusif selama 6 bulan mendapatkan 10 miligram aluminium. Jauh lebih banyak dari yang didapatkan dari vaksin! Apa efek buruknya? Tidak ada! Karena aluminium memang kita konsumsi dari makanan sehari-hari, hanya saja dalam ambang yang ditolerir tubuh. 3. Timerosal. Nah, ini bahan yang cukup sering digunakan untuk "menyerang" vaksin. Apa timerosal itu? Yaitu bahan yang mengandung etil merkuri (berbeda ya dengan metil merkuri alias raksa yang disebut sebagai logam berat yang mencemari ikan-ikan di lautan kita). Tujuan penggunaannya adalah mencegah kontaminasi bakteri dan jamur pencemar ke dalam botol vaksin. Kalaupun metilmerkuri, apakah sudah pasti berbahaya? Tahukah Anda? Bayi yang mendapatkan ASI eksklusif selama 6 bulan menelan 400 mikrogram metilmerkuri. Lebih dari 2x lipat merkuri yang terkandung di dalam seluruh jenis vaksin (jenisnya pun sebenarnya beda, metil dengan etil). Etilmerkuri lebih cepat dibuang tubuh dibandingkan metilmerkuri. Lagi-lagi...bahan-bahan ini secara alami ada dalam konsumsi harian kita, dalam ambang yang masih ditolerir tubuh. Segini dulu. Minimal yakin bahwa isu-isu yang ada tidaklah benar.
Sumber : dr. Arifianto Apin, SpA


Insert : Gamis Katun Jepang Murah Berkualitas
Pin BB : 27e3c74e
WA :+6282242318804
FB : Gamis Katun Dan Pakaian Anak Ummu Nuriel

Bedah Halal-Haram Vaksin Pentabio



vaksin Pentabio adalah kombinasi dari DPT, Hib, dan hepatitis B. Tambahannya adalah timerosal dan aluminium yang sudah saya bahas di vaksin Hepatitis B. Begitu juga isi HBsAg yang dibuat dengan teknologi DNA rekombinan. Apa isi lainnya?

Anti Vaksin, Upaya Melumpuhkan Generasi



A. Pendahuluan Proses pembuatan vaksin sudah dimulai sejak abad ke 17M. Tiongkok dan Yunani Kuno merupakan negara-negara pertama yang melaporkan tentang inoculation (masuknya organisme penyebab penyakit ke dalam tubuh) dan variolation (vaksinasi) sebagai upaya mencegah cacar (smallpox). Korban cacar tertua yang tercatat dalam sejarah adalah Ramses V pada zaman Mesir Kuno tahun 1157M. Lady Mary Wortley Montagu, istri duta besar Inggris di Turki pada 1716 – 1718, dikenal sebagai orang yang pertama menyuntikkan bahan cacar di lengan manusia di Inggris pada tahun 1721M. Ia mengetahui teknik imunisasi dari orang-orang Turki yang berada dalam Negara Utsmani

Anti Vaksin Adalah Dampak Kemerosotan Taraf Berfikir Umat Abad 12H/18M



A. Pendahuluan Pada pertengahan abad 12H/18M pemahaman Islam dalam diri umat Islam mengalami kemerosotan. Negara dibangun di atas pemikiran yang justru menggoyahkan Islam. Negara tidak menggerakkan pemikiran Islam dan menyelenggarakan ijtihad. Di sisi lain, pada abad 13H/19M terjadi gerakan revolusi pemikiran di Eropa. Gerakan ini dipelopori oleh para filsuf, pujangga dan pemikir. Revolusi ini mampu mengubah secara menyeluruh pemikiran Eropa. Kemudian munculah gerakan-gerakan yang memiliki pengaruh kuat dalam menghasilkan berbagai pemikiran baru tentang pandangan hidup. Pada abad ini pula di Eropa terjadi revolusi industri yang membawa pengaruh sangat kuat. Mundurnya taraf berfikir membuat Khilafah Utsmani dan kebanyakan umat Islam hanya bisa berdiri tercengang dan bingung menyaksikan revolusi pemikiran dan industri di Eropa. Mereka tidak menentukan sikap untuk mengambil ataupun menolak. Mereka tidak mampu memilah mana yang dianjurkan oleh Islam untuk diambil dan yang dilarang oleh Islam untuk diambil. Umat Islam di bawah kendali Negara Utsmani mengalami stagnasi, beku, kebingungan dan goncang ketika menghadapi gerakan revolusioner yang terjadi di Eropa. Bahkan ketika mesin cetak sudah menjadi fenomena baru kemudian Khilafah Utsmani hendak mencetak al-Quran, para ulama fiqih malah mengharamkan. Ketika ijtihad dan dinamika pemikiran terhenti, maka pemahaman keislaman di kalangan umat Islam pun melemah. Pengetahuan Islam dan buku intelektual dibiarkan membeku tersimpan di rak-rak perpusatakaan. Semangat pengkajian terhadap Islam sangat sedikit. Ilmu-ilmu berubah menjadi sekedar ilmu yang tidak dituntut untuk diamalkan dalam tatanan pemerintahan maupun kehidupan. Kelemahan ini pada akhirnya menimbulkan keberanian para misionaris untuk melancarkan perang terhadap Islam atas nama sains. B. Pengetahuan dan Sains Pengetahuan (tsaqafah) diperoleh melalui pengamatan dan penggalian semata, tanpa eksperimen seperti percobaan yang dilakukan seseorang di laboratorium saat dia mencoba sesuatu atau menerapkan suatu perlakuan kepadanya. Pengetahuan (tsaqafah) penerapannya pada manusia tidak bisa dikategorikan percobaan, melainkan dengan cara pengkajian yang berulang-ulang terhadap sejumlah orang yang berbeda-beda dalam siatuasi dan kondisi yang berbeda-beda pula. Hasil pengetahuan bersifat dugaan yang berpotensi ke arah benar dan salah. Pengetahuan ini mencakup psikologi, sastra, filsafat, dan lain sebagainya. Hal inilah menjadikan adanya pembedaan yang tegas antara pengetahuan (tsaqafah) barat yang sekuler, dan pengetahuan (tsaqafah) Islam yang bersifat ketauhidan. Berbeda halnya dengan pengetahuan, sains bersifat universal. Sains tidak dikhususkan bagi umat tertentu. Begitu pula dengan industri, bersifat universal. Sains maupun industri tidak dipengaruhi pandangan hidup tertentu sehingga bersifat universal. C. Vaksin dan Isu Konspirasi Vaksin dibuat bukan dengan cara pengamatan. Vaksin dibuat dengan percobaan di laboratorium, sehingga faktanya vaksin merupakan produk sains, bukan produk pengetahuan (tsaqafah). Vaksin tidak dipengaruhi pandangan hidup tertentu. Ketika sebagian kecil umat Islam saat ini anti kedokteran modern hanya karena berkembang pesat di Barat, mereka menolak mentah-mentah semua yang berasal dari Barat. Mereka lantas menuding semua yang berasal dari Barat merupakan upaya untuk melemahkan umat Islam meskipun tidak dapat mendatangkan sebuah bukti. Selain menolak kedokteran modern dengan alasan yang dibuat-buat, mereka menggunakan prinsip kembali ke alam dan dengan gegabah berani mengobati orang sakit tanpa dosis dan tanpa melalui eksperimen di laboratorium. Mereka pun berani mencoba-coba yang dokter pun tidak berani melakukan sebelum dilakukan penelitian yang mencukupi. Mereka menggunakan testimoni sebagai hipotesis atas apa yang mereka lakukan. Telah dijelaskan sebelumnya bahwa penarikan kesimpulan dengan metode yang dilakukan kaum antivaks hanya bersifat dugaan.
Insert : Gamis Katun Jepang Murah Berkualitas
Pin BB : 27e3c74e
WA :+6282242318804
FB : Gamis Katun Dan Pakaian Anak Ummu Nuriel
Fakta ini memberikan gambaran kepada kita bahwa taraf berfikir umat masih sama dengan taraf berfikir umat Islam di Negara Utsmaniyah menjelang kehancurannya. Mereka tidak bisa memilah-milah antara pengetahuan dan sains, antara yang dipengaruhi pandangan hidup dengan yang bersifat universal, antara hadharah dan madaniyah. Padahal seperti yang telah diketengahkan sebelumnya bahwa ilmu kedokteran termasuk kelompok sains dan bersifat universal. Kedokteran modern bukanlah kedokteran kufur, kedokteran juga bukanlah hadharah. Munculnya gerakan antivaksin di sejumlah negara termasuk di Indonesia menjadi indikator bahwa taraf berfikir umat masih merosot tajam. Munculnya seseorang yang tidak dikenal dalam bidang vasin memberikan pernyataan-pernyataan kontroversial terkait konspirasi vaksin yang tidak dapat dibuktikan kebenarannya. Berita spektakuler yang dibungkus dengan kemasan agama membuat umat yang belum mengetahui tentang manfaat dan kerugian vaksin menelan mentah-mentah kampanye hitam yang dikampanyekan oleh mereka, sehingga umat pun berhasil dijauhkan dari vaksin. Akibat dari kampanye hitam ini, maka wabah difteri kembali terjadi di Jawa Timur (Tempo, 22 Oktober 2014), terjadinya wabah polio pertama di Suriah dalam 14 tahun terakhir (BBC Indonesia, 21 Oktober 2013),, dan kejadian-kejadian lainnya. Lalu siapa yang sebenarnya ingin membunuh umat? Para petugas kesehatan atau justru mereka para aktifis antivaks? Sesungguhnya “ilmuwan” yang mereka jadikan panutan bukanlah ahli vaksin. Contoh : Dr Bernard Greenberg (Biostatistika tahun 1950), DR. Bernard Rimland (Psikolog), Dr. William Hay (kolumnis), Dr. Richard Moskowitz (homeopatik), dr. Harris Coulter, PhD (penulis buku homeopatik, kanker), Neil Z. Miller, (psikolog, jurnalis), WB Clark (awal tahun 1950), Bernice Eddy (Bakteriologis tahun 1954), Robert F. Kenedy Jr (sarjana hukum) Dr. WB Clarke (ahli kanker, 1950an), Dr. Bernard Greenberg (1957-1959). Sedangkan di Indonesia dikenal seorang yang bernama Dewi Hestyawati, SH (Ummu Salamah) pendidikan FH Universitas Tarumanegara. Padahal Rasulullah SAW bersabda, “Apabila sesuatu urusan diserahkan kepada bukan ahlinya, maka tunggu saat kehancurannya” (HR. Bukhari). Imam Syafi’i mengakui berkembangnya ilmu kedokteran di Barat, namun beliau tidak pernah untuk melarang umat Islam untuk mempelajari dan mengamalkannya. Imam Asy-Syafi’i rahimahullah berkata, “Saya tidak mengetahui sebuah ilmu -setelah ilmu halal dan haram- yang lebih berharga selain ilmu kedokteran, akan tetapi ahli kitab telah mengalahkan kita” (Siyar A’lam An-Nubala 8/528, Darul Hadits, Kairo, 1427 H, Syamilah) D. Hukum Syara’ Vaksinasi Menurut Syaikh ‘Atha’ bin Khalil Abu ar-Rasytah, vaksinasi hukumnya mandub. Sebab vaksinasi adalah obat dan berobat adalah mandub. Namun jika terbukti jenis tertentu dari vaksinasi itu membahayakan, seperti bahannya rusak atau membahayakan karena suatu sebab tertentu maka vaksinasi dalam kondisi seperti ini menjadi haram, sesuai kaedah dharar yang diambil dari hadits Rasulullah SAW yang telah dikeluarkan oleh imam Ahmad dalam Musnad-nya dari Ibn Abbas, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Tidak boleh membahayakan orang lain dan diri sendiri” Adapun dalam Daulah al-Khilafah, maka akan ada vaksinasi untuk berbagai penyakit yang mengharuskan hal itu, seperti penyakit menular dan sejenisnya. Obat yang digunkan adalah yang bersih dari segala kotoran. Sudah makruf secara syar’i bahwa pemeliharaan kesehatan adalah bagian dari kewajiban khalifah termasuk ri’ayah asy-syu’un. Ini adalah nas yang bersifat umum tentang tanggungjawab negara atas kesehatan dan pengobatan, karena merupakan bagian dari pemeliharaan yang wajib bagi negara. E. Aktifitas Partai Politik Sebagai partai yang bergerak dalam fikrah dan politik, masalah vaksin menjadi masalah yang pelik. Aktivitas politik untuk membangun mafahim, maqayis dan qana’at harus benar-benar menggunakan fikrah yang bersih dan lurus. Demikian juga dalam menyikapi sebuah fakta, maka sudah menjadi kewajiban bagi seorang aktifis partai politik untuk menyajikan informasi yang akurat dan benar demi kepercayaan umat kepada partai. Informasi yang tidak jelas kebenarannya justru akan membuat ketidakpercayaan umat kepada aktifitas partai. Seorang aktifis partai politik harus berfikir cemerlang (fikrul mustanir) dalam berpolitik. Kejujuran, kebenaran dan kelurusan dalam menyikapi suatu fakta tertentu harus menjadi prioritas dalam setiap aktifitasnya. Mendistorsikan fakta bukan uslub yang dibenarkan oleh syara’. Ketika hukum syara dilanggar, maka kegagalan partai untuk menghimpun umat guna membangkitkan kembali tatanan kehidupan baru tinggal menunggu waktu. Wallahu a’lam Bandung, 6 Desember 2014 dr. Yanuar Ariefudin Referensi 1. Atha’ bin Khalil. Fatwa-fatwa Amir HT. PTI. Bogor. 2. Hafidz Abdurrahman. Mafahim Islamiyah. Al Azhar Press. Bogor 3. Muhammad Ismail. Fikrul Islam. Al Azhar Press. Bogor 4. Taqiyuddin An Nabhani. Peraturan Hidup Dalam Islam. HTI Press. Jakarta 5. Taqiyuddin An Nabhani. Daulah Islam. HTI Press. Jakarta

Jumat, 19 Agustus 2016

Vaksin Ditemukan Di Kampung Muslim

Dalam buku ini, 1001 Inventions - the Enduring Legacy of Muslim Civilizations, terbitan National Geographic. disebutkan bahwa teknik vaksinasi ditolak oleh warga Inggris saat pertama kali dibawa sekitar 300 tahun yang lalu. Dibawa darimana? Ternyata dari Turki! Pada zaman Turki Usmani.
Bangsa Turki menemukan bahwa apabila anak anak mereka diinokulasi cacar sapi yang diambil dari ambing sapi, mereka tidak akan terjangkit cacar. Jenis vaksinasi ini diperkenalkan ke Inggris oleh Lady Montagu, seorang penulis surat Inggris yang terkenal yang juga isteri Duta Besar Inggris di Istambul pada tahun 1716 - 1718. Ia jadi sangat tertarik dengan metode ini setelah anaknya diinokulasi oleh ahli bedah kedutaan, Charles Maitland
nsert : Gamis Katun Jepang Murah Berkualitas
Pin BB : 27e3c74e
WA :+6282242318804
FB : Gamis Katun Dan Pakaian Anak Ummu Nuriel

Saat di Istambul, Lady Montagu rajin mengirim surat surat ke Inggris yang menceritakan dengan terperinci mengenai metode tradisi Turki ini. Sekembalinya ia ke Inggris, ia terus mempromosikan vaksinasi dan kerabat kerabatnyapun banyak yang divaksin.
Usaha Lady Montagu untuk mengenalkan vaksin ditolak oleh banyak kalangan, termasuk pihak gereja dan kedokteran. Namun penolakan demi penolakan tidak menyurutkan usahanya, bahkan vaksinasi semakin menyebar luas.
Titik balik penerimaan vaksinasi oleh warga Eropa terjadi saat sebuah penjelasan ilmiah mengenai Vaksinasi dimuat dalam Royal Society tahun 1924 yang ditulis oleh Dr. Emmanuel Timoni, ia adalah dokter keluarga Montagu saat berada di Istambul. Kepercayaan terhadap vaksinasi kemudian diperkuat oleh Cassem Aga, duta besar Tripoli. Cassem Aga menjabarkan keamanan vaksinasi dimana metode ini telah lama dipraktekkan di Tripoli, Tunisia, dan Aljazair, serta negeri negeri Muslim lainnnya. Atas penjabarannya itu Cassem Aga dipilih menjadi anggota kehormatan Royal Society tahun 1729. Metode inokulasi kemudian diterapkan di Inggris dan Perancis, sekitar setengah abad sebelum vaksinasi dinyatakan ditemukan oleh Edward Jenner.

Berbagai Sumber

Ukuran Kapasitas Penyimpanan ASI

Bayi itu "pemakan" yang baik. Akan makan saat lapar dan berhenti makan saat kenyang. ASI sangat sempurna memenuhi kebutuhan ini, termasuk memberi tanda pada tubuh bayi bahwa dia sudah kenyang. Ada komponen di ASI yang berfungsi untuk itu.
nsert : Gamis Katun Jepang Murah Berkualitas
Pin BB : 27e3c74e
WA :+6282242318804
FB : Gamis Katun Dan Pakaian Anak Ummu Nuriel
Bayi laki-laki maupun perempuan sama-sama rakus. Sama-sama memiliki fase percepatan pertumbuhan. Ibu sama-sama bisa membuat ASI sebanyak yang bayi butuhkan, baik bayi cewek maupun cowok. Besar-kecil ukuran payudara tidak mempengaruhi kemampuan produksi ASI. Jumlah sel kelenjar susu pada payudara besar dan kecil ternyata sama. Ukuran bisa berbeda karena pengaruh jumlah kelenjar lemak payudara, bukan jumlah kelenjar susu. Namun, masing-masing wanita memang bisa memiliki kapasitas penyimpanan ASI yang berbeda. Payudara memiliki kapasitas penyimpanan ASI. Ukuran kapasitas penyimpanan ASI tidak bergantung pada ukuran payudara ibu. Ibu yang memiliki kapasitas penyimpanan ASI yang besar maupun yang kecil tetap bisa menyusui bayi dengan baik. Ibu yang memiliki kapasitas penyimpanan ASI yang besar akan lebih jarang frekuensi menyusui bayinya. Ibu yang memiliki kapasitas penyimpanan ASI yang kecil hanya perlu lebih sering frekuensi menyusui bayinya. Oleh sebab itu, kadang kita temui ibu yang frustasi dan pada banyak kasus menyerah memberi ASI ketika dihadapkan pada kondisi "bayi kuat nyusu" yang membuat bayinya sering meminta menetek Padahal kan tidak perlu menyerah Kuncinya: sabar dan telaten. Bayi hanya butuh diberi kesempatan untuk menetek sesering dan selama yang dia mau. Oleh sebab itu, dalam menyusui biarkan bayi yang memimpin.
Oleh : dr. Annisa Karnadi

Tahnik Bukan Imunisasi

Dapat info klo artis religi, yang baru melahirkan anaknya tidak mau imunisasi karena ada babinya kemudian melakukn tahnik karena untuk kekebalan (imunisasi ala nabawi) (Benar infonya ya? Soalnya gak ngikuti berita InsyaAllah yang benar tahnik bukan imunisasi dalam ajaran Islam, bahkan ulama berselisih pendapat apkah tahnik itu sunnah atau tidak, yg beralasan tidak sunnah, bahwa tahnik adalah perbuatan khsus Nabi shallalahu 'alaihi wa sallam, sperti puasa berhari2 tanpa berbuka
# Benarkah tahnik adalah imunisasi dalam Islam? Sejumlah tulisan menyebar mengenai imunisasi yang dinisbatkan dengan agama Islam,yaitu imunisasi alami dengan tahnik, bahkan sampai mengatakan bahwa tujuan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam atau hikmah dari tahnik adalah imunisasi alami, dimana bakteri dari mulut yang mengunyah kurma akan masuk ke perut bayi sehingga mencetus imunitas alamiah. Atau klaim sebagai imunisasi yang islami. Pendapat ini umumnya diusung oleh kelompok antivaksin untuk menolak vaksinasi. Dalam tulisan ini, kami akan membawakan beberapa penjelasan ulama mengenai hikmah tahnik, dari beberapa penjelasan ulama disimpulkan bahwa ternyata pernyataan “tahnik adalah imunisasi dalam islam” tidak tepat. Berikut pembahasannya Tahnik dan hadits-hadits mengenai tahnik Ibnu Hajar Al-Asqalani rahimahullah menjelaskan pengertian tahnik, ﻭﺍﻟﺘﺤﻨﻴﻚ ﻣﻀﻎ ﺍﻟﺸﻲﺀ ﻭﻭﺿﻌﻪ ﻓﻲ ﻓﻢ ﺍﻟﺼﺒﻲ ﻭﺩﻟﻚ ﺣﻨﻜﻪ ﺑﻪ ﻳﺼﻨﻊ ﺫﻟﻚ ﺑﺎﻟﺼﺒﻲ ﻟﻴﺘﻤﺮﻥ ﻋﻠﻰ ﺍﻷﻛﻞ ﻭﻳﻘﻮﻯ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﻳﻨﺒﻐﻲ ﻋﻨﺪ ﺍﻟﺘﺤﻨﻴﻚ ﺃﻥ ﻳﻔﺘﺢ ﻓﺎﻩ ﺣﺘﻰ ﻳﻨﺰﻝ ﺟﻮﻓﻪ ﻭﺃﻭﻻﻩ ﺍﻟﺘﻤﺮ ﻓﺈﻥ ﻟﻢ ﻳﺘﻴﺴﺮ ﺗﻤﺮ ﻓﺮﻃﺐ ﻭﺇﻻ ﻓﺸﻲﺀ ﺣﻠﻮ ﻭﻋﺴﻞ ﺍﻟﻨﺤﻞ ﺃﻭﻟﻰ ﻣﻦ ﻏﻴﺮﻩ “Tahnik ialah Mengunyah sesuatu kemudian meletakkan/ memasukkannya ke mulut bayi lalu menggosok-gosokkan ke langit-langit (mulut)nya . Dilakukan demikian kepada bayi agar supaya ia terlatih terhadap makanan dan untuk menguatkannya. Dan yang patut dilakukan ketika mentahnik hendaklah mulut (bayi tersebut) dibuka sehingga (sesuatu yang telah dikunyah) masuk ke dalam perutnya. Dan yang lebih utama (ketika) mentahnik ialah dengan kurma kering (tamr). Jika tidak mudah mendapatkan kurma kering (tamr) maka dengan kurma basah (ruthab) . Dan kalau tidak ada kurma dengan sesuatu yang manis dan tentunya madu lebih utama dari yang lainnya (kecuali kurma)”. [1] Hadits-hadist mengenai tahnik berikut ini. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim dari hadits Abu Burdah dari Abu Musa, dia berkata, ﻭُﻟِﺪَ ﻟِﻰ ﻏُﻼَﻡٌ ﻓَﺄَﺗَﻴْﺖُ ﺑِﻪِ ﺍﻟﻨَّﺒِﻰَّ - ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ - ﻓَﺴَﻤَّﺎﻩُ ﺇِﺑْﺮَﺍﻫِﻴﻢَ ﻭَﺣَﻨَّﻜَﻪُ ﺑِﺘَﻤْﺮَﺓٍ “Pernah dikaruniakan kepadaku seorang anak laki-laki, lalu aku membawanya ke hadapan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka beliau memberinya nama Ibrahim dan mentahniknya dengan sebuah kurma. ” [2] Dari Anas Radhiallahu ‘anhu , dia berkata: ﻛَﺎﻥَ ﺍﺑْﻦٌ ِﻷَﺑِﻲ ﻃَﻠْﺤَﺔَ ﻳَﺸْﺘَﻜِﻲ، ﻓَﺨَﺮَﺝَ ﺃَﺑُﻮ ﻃَﻠْﺤَﺔَ ﻓَﻘُﺒِﺾَ ﺍﻟﺼَّﺒِﻲُّ ﻓَﻠَﻤَّﺎ ﺭَﺟَﻊَ ﺃَﺑُﻮ ﻃَﻠْﺤَﺔَ ﻗَﺎﻝَ: ﻣَﺎ ﻓَﻌَﻞَ ﺍﻟﺼَّﺒِﻲُّ؟ ﻗَﺎﻟَﺖْ ﺃُﻡُّ ﺳُﻠَﻴْﻢٍ: ﻫُﻮَ ﺃَﺳْﻜَﻦُ ﻣِﻤَّﺎ ﻛَﺎﻥَ. ﻓَﻘَﺮَّﺑَﺖْ ﺇِﻟَﻴْﻪِ ﺍﻟْﻌَﺸَﺎﺀَ، ﻓَﺘَﻌَﺸَّﻰ ﺛُﻢَّ ﺃَﺻَﺎﺏَ ﻣِﻨْﻬَﺎ، ﻓَﻠَﻤَّﺎ ﻓَﺮَﻍَ ﻗَﺎﻟَﺖْ: ﻭَﺍﺭِ ﺍﻟﺼَّﺒِﻲَّ. ﻓَﻠَﻤَّﺎ ﺃَﺻْﺒَﺢَ ﺃَﺑُﻮ ﻃَﻠْﺤَﺔَ ﺃَﺗَﻰ ﺭَﺳُﻮﻝَ ﺍﻟﻠﻪِ ﻓَﺄَﺧْﺒَﺮَﻩُ ﻓَﻘَﺎﻝَ: ﺃَﻋْﺮَﺳْﺘُﻢُ ﺍﻟﻠَّﻴْﻠَﺔَ؟ ﻗَﺎﻝَ: ﻧَﻌَﻢْ، ﻗَﺎﻝَ: ﺍَﻟﻠّﻬُﻢَّ ﺑَﺎﺭِﻙْ ﻟَﻬُﻤَﺎ. ﻓَﻮَﻟَﺪَﺕْ ﻏُﻼَﻣًﺎ ﻗَﺎﻝَ ﻟِﻲ ﺃَﺑُﻮ ﻃَﻠْﺤَﺔَ: ﺍِﺣْﻤَﻠْﻪُ ﺣَﺘَّﻰ ﺗَﺄْﺗِﻲَ ﺑِﻪِ ﺍﻟﻨَّﺒِﻲَّ ﻓَﻘَﺎﻝَ: ﺃَﻣَﻌَﻪُ ﺷَﻲْﺀٌ؟ ﻗَﺎﻟُﻮﺍ: ﻧَﻌَﻢْ ﺗَﻤَﺮَﺍﺕٌ. ﻓَﺄَﺧَﺬَﻫَﺎ ﺍﻟﻨَّﺒِﻲُّ ﻓَﻤَﻀَﻐَﻬَﺎ ﺛُﻢَّ ﺃَﺧَﺬَ ﻣِﻦْ ﻓِﻴﻪِ ﻓَﺠَﻌَﻠَﻬَﺎ ﻓِﻲ ﺍﻟﺼَّﺒِﻲِّ ﻭَﺣَﻨَّﻜَﻪُ ﺑِﻪِ ﻭَﺳَﻤَّﺎﻩُ ﻋَﺒْﺪَ ﺍﻟﻠﻪِ. “Seorang anak Abu Thalhah merasa sakit. Lalu Abu Thalhah keluar rumah sehingga anaknya itu pun meninggal dunia. Setelah pulang, Abu Thalhah berkata, ‘Apa yang dilakukan oleh anak itu?’ Ummu Sulaim menjawab, ‘Dia lebih tenang dari sebelumnya.’ Kemudian Ummu Sulaim menghidangkan makan malam kepadanya. Selanjutnya Abu Thalhah mencampurinya. Setelah selesai, Ummu Sulaim berkata, ‘Tutupilah anak ini.’ Dan pada pagi harinya, Abu Thalhah mendatangi Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam seraya memberitahu beliau, maka beliau bertanya, “Apakah kalian bercampur tadi malam?’ ‘ Ya,’ jawabnya. Beliau pun bersabda, ‘Ya Allah, berikanlah keberkahan kepada keduanya.’ Maka Ummu Sulaim pun melahirkan seorang anak laki-laki. Lalu Abu Thalhah berkata kepadaku (Anas bin Malik), ‘Bawalah anak ini sehingga engkau mendatangi Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam.’ Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya, ‘Apakah bersamanya ada sesuatu (ketika di bawa kesini?’ Mereka menjawab, ‘Ya. Terdapat beberapa buah kurma.’ Kemudian Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengambil buah kurma itu lantas mengunyahnya , lalu mengambilnya kembali dari mulut beliau dan meletakkannya di mulut anak tersebut kemudian mentahniknya dan memberinya nama ‘Abdullah.” [3] ﻋﻦ ﻋﺎ ﺀ ﺷﺔ ﺭﺿﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻬﺎ ﻗﺎ ﻟﺖ : ﺃﺗﻰ ﺍﻟﻨﺒﻰ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭ ﺳﻠﻢ ﺑﺼﺒﻰ ﻳﺤﻨﻜﻪ ﻓﺒﺎ ﻝ ﻋﻠﻴﻪ ﻓﺄ ﺗﺒﻌﻪ ﺍﻟﻤﺎﺀ Dari Aisyah, ia berkata, “Didatangkan kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam seorang bayi laki-laki beliau mentahniknya, lalu bayi itu mengecinginya, kemudian beliau memercikkannya dengan air” [4] Dan dalam lafadz Muslim sebagai berikut. ﻋﻦ ﻋﺎ ﺀ ﺷﺔ ﺯﻭﺝ ﺍﻟﻨﺒﻰ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭ ﺳﻠﻢ ﺃﻥ ﺭﺳﻮ ﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭ ﺳﻠﻢ ﻳﺆ ﺗﻰ ﺑﺎ ﻟﺼﺒﻴﺎ ﻥ ﻓﻴﺒﺮﻙ ﻋﻠﻴﻬﻢ ﻭﻳﺤﻨﻜﻬﻢ ﻓﺄ ﺗﻰ ﺑﺼﺒﻰ ﻓﺒﺎﻝ ﻋﻠﻴﻪ ﻗﺪ ﻋﺎ ﺑﻤﺎﺀ ﻓﺄ ﺗﺒﻌﻪ ﺑﻮ ﻟﻪ ﻭﻟﻢ ﻳﻐﺴﻠﻪ “Artinya : Dari Aisyah istri Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, “ Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam di datangkan kepada beliau beberapa bayi kemudian beliau mendo’akan keberkahan atas mereka dan mentahnik mereka. Lalu dibawa kepada beliau seorang bayi laki-laki, lalu bayi itu kencing dipangkuan beliau, kemudian beliau meminta air dan memercikkannya ke kencing bayi tersebut dan beliau tidak mencucinya” Hikmah tahnik dan penjelasan ulama Hikmahnya adalah agar yang paling pertama masuk di perut bayi adalah sesuatu yang manis dan ketika itu berdoa mengharapkan keberkahan.
nsert : Gamis Katun Jepang Murah Berkualitas
Pin BB : 27e3c74e
WA :+6282242318804
FB : Gamis Katun Dan Pakaian Anak Ummu Nuriel

Syaikh Muhammad Shalih Al-Munajjid hafidzahullah menjelaskan, ﻭﺃﻣﺎ ﺍﻟﺤﻜﻤﺔ ﻣﻦ ﺍﻟﺘﺤﻨﻴﻚ ﺑﺎﻟﺘﻤﺮ، ﻓﻘﺪ ﻛﺎﻥ ﺍﻟﻌﻠﻤﺎﺀ ﻗﺪﻳﻤﺎ ﻳﺮﻭﻥ ﺃﻥ ﻫﺬﻩ ﺍﻟﺴﻨﺔ ﻓﻌﻠﻬﺎ ﺍﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻟﻴﻜﻮﻥ ﺃﻭﻝ ﺷﻲﺀ ﻳﺪﺧﻞ ﺟﻮﻑ ﺍﻟﻄﻔﻞ ﺷﻲﺀ ﺣﻠﻮ ، ﻭﻟﺬﺍ ﺍﺳﺘﺤﺒﻮﺍ ﺃﻥ ﻳﺤﻨﻚ ﺑﺤﻠﻮ ﺇﻥ ﻟﻢ ﻳﻮﺟﺪ ﺍﻟﺘﻤﺮ “Adapun hikmah dari tahnik menggunakan kurma maka para ulama terdahulu berpendapat bahwa ini adalah sunnah yang dilakukan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam agar yang paling pertama masuk ke perut bayi adalah sesuatu yang manis, oleh karena itu dianjurkan mentahnik dengan sesuatu yang manis jika tidak mendapatkan kurma.” [5] Al-Mawardi rahimahullah berkata, ﻓﻌﻨﺪ ﻣﻦ ﻳﺠﻴﺰ ﺍﻟﺘﺤﻨﻴﻚ ﻓﺎﻷﻓﻀﻞُ ﻋﻨﺪﻩ ﺃﻥ ﻳﻜﻮﻥ ﺑﺎﻟﺘﻤﺮ، ﻓﺈﻥ ﻟﻢ ﻳﺠﺪ ﻓﻴﺤﻨِّﻜﻪ ﺑﺸﻲﺀٍ ﻳﻜﻮﻥ ﺣُﻠْﻮًﺍ ﻋﻠﻰ ﻣﺎ ﺫﻫﺐ ﺇﻟﻴﻪ ﺍﻟﺸﺎﻓﻌﻴﺔ ﻭﺍﻟﺤﻨﺎﺑﻞ “Menurut ulama yang membolehkan tahnik (bukan perbuatan khusus bagi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam saja), maka yang paling utama menurut mereka menggunakan kurma, jika tidak ada maka dengan sesuatu yang manis sebagaimana pendapat Syafi’iyyah dan Hanabilah.” [6] Imam An-Nawawi rahimahullah berkata, ﻛﻮﻥ ﺍﻟﺘﺤﻨﻴﻚ ﺑﺘﻤﺮ ﻭﻫﻮ ﻣﺴﺘﺤﺐ ﻭﻟﻮ ﺣﻨﻚ ﺑﻐﻴﺮﻩ ﺣﺼﻞ ﺍﻟﺘﺤﻨﻴﻚ ﻭﻟﻜﻦ ﺍﻟﺘﻤﺮ ﺃﻓﻀﻞ “Tahnik dilakukan dengan kurma dan ini mustahab, namun andai ada yang mentahnik dengan selain kurma maka telah terjadi perbuatan tahnik , akan tetapi tahnik dengan kurma lebih utama.” [7] Demikian juga penjelasan Ibnu Hajar Al-Asqalani rahimahullah,beliau berkata ﻭﺃﻭﻻﻩ ﺍﻟﺘﻤﺮ ﻓﺈﻥ ﻟﻢ ﻳﺘﻴﺴﺮ ﺗﻤﺮ ﻓﺮﻃﺐ ﻭﺇﻻ ﻓﺸﻲﺀ ﺣﻠﻮ ﻭﻋﺴﻞ ﺍﻟﻨﺤﻞ ﺃﻭﻟﻰ ﻣﻦ ﻏﻴﺮ Dan yang lebih utama (ketika) mentahnik ialah dengan kurma kering (tamr). Jika tidak mudah mendapatkan kurma kering (tamr) maka dengan kurma basah (ruthab) . Dan kalau tidak ada kurma dengan sesuatu yang manis dan tentunya madu lebih utama dari yang lainnya (kecuali kurma)”. [8] Dan hikmah mengapa harus yang manis telah terungkap dalam ilmu kedokteran, berikut penelitian penelitian dokter spesialis yaitu dr. Muhammad Ali Al-Baar, ini adalah ringkasannya, ” ﺇﻥ ﻣﺴﺘﻮﻯ ﺍﻟﺴﻜﺮ ” ﺍﻟﺠﻠﻮﻛﻮﺯ” ﻓﻲ ﺍﻟﺪﻡ ﺑﺎﻟﻨﺴﺒﺔ ﻟﻠﻤﻮﻟﻮﺩﻳﻦ ﺣﺪﻳﺜﺎً ﻳﻜﻮﻥ ﻣﻨﺨﻔﻀﺎً ، ﻭﻛﻠﻤﺎ ﻛﺎﻥ ﻭﺯﻥ ﺍﻟﻤﻮﻟﻮﺩ ﺃﻗﻞ ، ﻛﺎﻥ ﻣﺴﺘﻮﻯ ﺍﻟﺴﻜﺮ ﻣﻨﺨﻔﻀﺎً . ﻭﺑﺎﻟﺘﺎﻟﻲ ﻓﺈﻥ ﺍﻟﻤﻮﺍﻟﻴﺪ ﺍﻟﺨﺪﺍﺝ [ ﻭﺯﻧﻬﻢ ﺃﻗﻞ ﻣﻦ 2.5ﻛﺠﻢ] ﻳﻜﻮﻥ ﻣﻨﺨﻔﻀﺎً ﺟﺪﺍً ﺑﺤﻴﺚ ﻳﻜﻮﻥ ﻓﻲ ﻛﺜﻴﺮ ﻣﻦ ﺍﻷﺣﻴﺎﻥ ﺃﻗﻞ ﻣﻦ 20 ﻣﻠﻠﻴﺠﺮﺍﻡ ﻟﻜﻞ 100 ﻣﻠﻠﻴﻠﺘﺮ ﻣﻦ ﺍﻟﺪﻡ . ﻭﺃﻣﺎ ﺍﻟﻤﻮﺍﻟﻴﺪ ﺃﻛﺜﺮ ﻣﻦ 2.5 ﻛﺠﻢ ﻓﺈﻥ ﻣﺴﺘﻮﻯ ﺍﻟﺴﻜﺮ ﻟﺪﻳﻬﻢ ﻳﻜﻮﻥ ﻋﺎﺩﺓ ﻓﻮﻕ 30 ﻣﻠﻠﻴﺠﺮﺍﻡ . ﻭﻳﻌﺘﺒﺮ ﻫﺬﺍ ﺍﻟﻤﺴﺘﻮﻯ ( 20 ﺃﻭ 30 ﻣﻠﻠﻴﺠﺮﺍﻡ ) ﻫﺒﻮﻃﺎً ﺷﺪﻳﺪﺍً ﻓﻲ ﻣﺴﺘﻮﻯ ﺳﻜﺮ ﺍﻟﺪﻡ ، ﻭﻳﺆﺩﻱ ﺫﻟﻚ ﺇﻟﻰ ﺍﻷﻋﺮﺍﺽ ﺍﻵﺗﻴﺔ : -1 ﺃﻥ ﻳﺮﻓﺾ ﺍﻟﻤﻮﻟﻮﺩ ﺍﻟﺮﺿﺎﻋﺔ . -2ﺍﺭﺗﺨﺎﺀ ﺍﻟﻌﻀﻼﺕ . -3ﺗﻮﻗﻒ ﻣﺘﻜﺮﺭ ﻓﻲ ﻋﻤﻠﻴﺔ ﺍﻟﺘﻨﻔﺲ ﻭﺣﺼﻮﻝ ﺍﺯﺭﻗﺎﻕ ﺍﻟﺠﺴﻢ . -4 ﺍﺧﺘﻼﺟﺎﺕ ﻭﻧﻮﺑﺎﺕ ﻣﻦ ﺍﻟﺘﺸﻨﺞ Sesungguhnya kandungan zat gula “glukosa” dalam darah bayi yang baru lahir adalah sangat kecil, dan jika bayi yang lahir beratnya lebih kecil maka semakinkecil pula kandungan zat gula dalam darahnya. Oleh karena itu, bayi prematur (lahir sebelum dewasa), beratnya kurang dari 2,5 kg, maka kandungan zat gulanya sangat kecil sekali, dimana pada sebagian kasus malah kurang dari 20 mg/100ml darah. Adapun anak yang lahir dengan berat badan di atas 2,5 kg maka kadar gula dalam darahnya biasanya di atas 30 mg/100 ml. Kadar semacam ini berarti (20 atau 30 mg/100 ml darah) merupakan keadaan bahaya dalam ukuran kadar gula dalam darah. Hal ini bisa menyebabkan terjadinya berbagai penyakit: 1.Bayi menolak untuk menyusui; 2.Otot-otot melemas; 3.Berhenti secara terus-menerus aktivitas pernafasan dan kulit bayi menjadi kebiruan; 4.Kontraksi atau kejang-kejang[9] Tujuan Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam adalah imunisasi? Setelah mengetahui hikmah tahnik melalui penjelasan ulama maka kita dapati tidak ada yang menyatakan bahwa hikmahnya adalah imunisasi alami, atau semisal meningkatkan kemampuan tubuh untuk untuk melawan penyakit. Apalagi menyatakan bahwa tujuan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah imunisasi, maka ini perlu dalil dan kita tidak mendapati dalil tersebut . Maka harus berhati- hati karena berkata-kata dusta atas nama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ancamannya keras. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ﻣﻦ ﻛﺬﺏ ﻋﻠﻲ ﻣﺘﻌﻤﺪﺍ ﻓﻠﻴﺘﺒﻮﺃ ﻣﻘﻌﺪﻩ ﻣﻦ ﺍﻟﻨﺎﺭ “Barang siapa berdusta atas namaku maka bersiap-siaplah menempati tempat duduknya di neraka’” [10] Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ﺇِﻥَّ ﻛَﺬِﺑًﺎ ﻋَﻠَﻲَّ ﻟَﻴْﺲَ ﻛَﻜَﺬِﺏٍ ﻋَﻠَﻰ ﺃَﺣَﺪٍ ﻓَﻤَﻦْ ﻛَﺬَﺏَ ﻋَﻠَﻲَّ ﻣُﺘَﻌَﻤِّﺪًﺍ ﻓَﻠْﻴَﺘَﺒَﻮَّﺃْ ﻣَﻘْﻌَﺪَﻩُ ﻣِﻦْ ﺍﻟﻨَّﺎﺭِ “Sesungguhnya berdusta atas namaku tidaklah sama dengan berdusta atas nama orang lain. Karena barangsiapa yang berdusta atas namaku dengan sengaja maka hendaklah dia mempersiapkan tempat duduknya dari neraka.” [11] Tidak hanya tahnik saja tetapi dibarengi juga dengan mendoakan Ada ulama juga yang berpendapat bahwa tahnik sebenarnya adalah mendoakan dan mengharap berkah. Jadi tidak hanya tahnik saja tetapi harus disertai dengan mendoakan bayi tersebut. Syaikh Ihsan bin Muhammad Al-‘Utaibi berkata, ﻗﻠﺖ: ﺍﻟﺼﺤﻴﺢ ﺍﻟﺜﺎﺑﺖ ﺃﻥ ﺍﻟﻤﺤﻨِّﻚ “ ﻳﺪْﻋُﻮ ﻟﻠْﻤَﻮْﻟﻮﺩِ ﺑِﺎﻟﺒَﺮَﻛَﺔِ ” ، ﻛﻤﺎ ﺟﺎﺀ ﻓﻲ “ ﺻﺤﻴﺢ ﺍﻟﺒﺨﺎﺭﻱ ” ( 10/707) ﻣﻦ ﺣﺪﻳﺚ ﺃﺑﻲ ﻣﻮﺳﻰ ﺍﻷﺷﻌﺮﻱ. ﻭﻓﻲ ﺻﺤﻴﺢ ﻣﺴﻠﻢ ( 3/193) ﻣﻦ ﺣﺪﻳﺚ ﻋﺎﺋﺸﺔ ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻬﺎ ” ﻳُﺒَﺮِّﻙُ ﻋَﻠَﻴْﻬِﻢْ – ” ﺃﻱ: ﻳﺪﻋﻮ ﻟﻬﻢ ﺑﺎﻟﺒﺮﻛﺔ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ “Yang shahih, bahwasanya orang yang melakukan tahnik mendoakan keberkahan bagi bayi, sebagaimana dalam hadits di shahih Bukhari (10/707) pada hadits Abu Musa Al- Asy’ari dan di Shahih Muslim (3/193) dari hadits Aisyah radhiallahu ‘anha, ‘beliau mendoakan keberkahan bagi mereka’.” [12] Ibnu hajar Al-Asqalani rahimahullah menjelaskan doa yang dibaca, ﻗﻮﻟﻪ ﺛﻢ ﺣﻨﻜﻪ ﺃﻱ ﻭﺿﻊ ﻓﻲ ﻓﻴﻪ ﺍﻟﺘﻤﺮﺓ ﻭﺩﻟﻚ ﺣﻨﻜﻪ ﺑﻬﺎ ﻗﻮﻟﻪ ﻭﺑﺮﻙ ﻋﻠﻴﻪ ﺃﻱ ﻗﺎﻝ ﺑﺎﺭﻙ ﺍﻟﻠﻪ ﻓﻴﻪ ﺃﻭ ﺍﻟﻠﻬﻢ ﺑﺎﺭﻙ ﻓﻴﻪ “Maksud mentahnik adalah meletakkan dalam mulut bayi kurma, kemudian menggosoknya, kemudian mendoakannya yaitu berdoa, ﺑﺎ ﺭ ﻙ ﺍ ﻟﻠﻪ ﻓﻴﻪ (Baarakallahu fihi). Artinya : “Berkah Allah kepadanya”. atau ﺍ ﻟﻠﻬﻢ ﺑﺎ ﺭ ﻙ ﻓﻴﻪ (Allahumma baarik fihi). Artinya : “Ya Allah berkahilah dia” [13] Bakteri dalam mulut merangsang imunitas alami? Salah satu teori yang diusung oleh mereka yang menyatakan bahwa tahnik adalah imunisasi alami yaitu bakteri dari mulut orang yang mentahnik akan berpindah ke perut bayi kemudian merangsang imunitas alami, sebagaimana teori imunisasi yaitu memaparkan antigen seperti bakteri yang dilemahkan atau yang dimatikan. Maka, ini perlu penelitian dan pembuktian ilmiah. Dan jika benar maka bayi tersebut hanya kebal terhadap bakteri di mulut bukan dengan bakteri penyakit yang lain. Wallahu ‘alam. Demikian pembahasan dari kami. jika ada saran, masukan dan kritik yang bersifat membangun harap disampaikan kepada kami. Mungkin masih ada ilmu yang belum sampai kepada kami. semoga bermanfaat. Disempurnakan di Lombok, Pulau seribu masjid 27 Dzulqo’dah 1433 H Penyusun: dr. Raehanul Bahraen Artikel www.Muslimafiyah.com [1] Fathul Baari 9/558, Darul ma’rifah, Beirut, 1379 H, syamilah [2] Dikeluarkan oleh Al-Bukhari (5467 Fathul Bari) Muslim (2145 Nawawi), Ahmad (4/399), Al- Baihaqi dalam Al-Kubra (9/305) dan Asy-Syu’ab karya beliau (8621, 8622) [3] Muttafaq ‘alaih [4] HR. Bukhari (no. 5468) dan Muslim (I/163-164). Lafadz hadits ini oleh Bukhari [5] Al-Islam su’al wal jawab, sumber: http:// islamqa.info/ar/ref/102906 [6] Al-Inshaf lil Mawardi 4/104, sumber: http:// www.ferkous.com/site/rep/Bo46.php [7] Syarhu Muslim lin Nawawi 14/124, Dar Ihya’ut Turost, Beirut, cet. II, 1392 H< syamilah [8] Fathul Baari 9/558, Darul ma’rifah, Beirut, 1379 H, syamilah [9] Al-Islam su’al wal jawab, sumber: http:// islamqa.info/ar/ref/102906 [10] Hadits mutawatir diriwayatkan oleh Imam al- Bukhari dalam Jami’ush Shahih ,Imam Muslim dalam Muqadimmah Shahih Muslim,Imam Tirmidzi dalam al-Jami’ , Imam Abu Dawud dalam Sunan Abi Dawud, Imam Ibnu Majah dalam Sunan Ibnu Majah, Imam Ad-Darimi dalam Sunan ad-Darimi [11] HR. Al-Bukhari no. 1209 dan Muslim no. 4 [12] Sumber: http://www.saaid.net/Doat/ ehsan/140.htm [13] Fathul Baari 7/248,

Selasa, 16 Agustus 2016

TANDA ASI CUKUP

1. Frekuensi buang air kecil (BAK) per hari
Untuk bayi yang baru lahir maka frekuensi pipisnya setiap hari bertambah 1x, yaitu hari pertama BAK 1x, hari kedua 2x dan seterusnya sampai produksi ASI mulai lancar (milk comes in) yang berdasarkan penelitian (Lawrence&Lawrence 1999) biasanya terjadi 72-96 jam pasca kelahiran. Jadi bisa diperkirakan mulai dari hari 5 dan seterusnya frekuensi bak per hari paling tidak 6x sehari. Berdasarkan pengalaman lebih baik memakaikan popok kain supaya ketika bayi bak lebih cepat dan mudah terdeteksi sehingga perhitungan frekuensi BAK lebih akurat. Juga secara umum BAK yang dihitung adalah BAK yang normal banyaknya, paling tidak 3 sendok makan/45 ml per BAK. Untuk bayi-bayi yang lebih besar (umur > 6 minggu) kadang frekuensi kurang dari 6x, misal 5 x per hari tapi kuantitas bertambah yaitu 4-6 sendok makan / 60-90ml per BAK masih dianggap normal, walau lebih aman bila frekuensi BAK per hari minimum 6x per hari. Jangan lupa juga perhatikan warna dari BAK bayi. Warna BAK yang baik adalah bening sampai kuning cerah. Bila warna BAK kuning pekat atau berwarna seperti jus apel (cokelat) digabungkan dengan frekuensi BAK yang kurang dari 6x per hari maka waspada bayi mengalami dehidrasi/kekurangan asupan (ASI). Juga bila ditemukan darah pada BAK segera konsultasikan ke dokter untuk menyingkirkan kemungkinan penyakit ISK/Infeksi Saluran Kemih. 2. Growth/pertumbuhan bayi
Mama tidak usah khawatir beberapa hari pasca kelahiran berat badan bayi turun. Penurunan maksimum 7% dari Berat Badan Lahir (BBL) masih dalam kategori normal. Bila proses menyusui berjalan dengan baik dan bayi secara umum sehat maka pertumbuhan berat badan bayi akan baik dan pada usia 2 minggu paling tidak berat badannya sama dengan berat badan ketika lahir (BBL). Mama harus rajin mencatat dan memplot/memasukkan data-data berat badan ke kurva pertumbuhan/growth chart, biasanya yang dipakai Growth Chart WHO Anthro (bisa didownload). Biasanya kurva pertumbuhan juga tersedia di KMS/Kartu Menuju Sehat atau di buku kesehatan/paspor kesehatan anak. Sebaiknya Mama tidak mengandalkan dokter/bidan untuk mengisi dan memplot data-data berat badan bayi tapi Mama harus belajar mengisi dan memplot data-data berat badan tersebut termasuk belajar membaca arti kurva pertumbuhan tersebut. Secara umum pada umur 0-4 bulan kenaikan BB per minggu bayi adalah sekitar 6oz / 170 gr per minggu. Usia 4-6 bulan sekitar 4-5 oz / 113-141 gr per minggu. Ingat yang terpenting adalah memasukkan data berat badan ke kurva pertumbuhan, waspadai dan segera diskusikan dengan ahli laktasi dan dokter bila kurva pertumbuhan mendatar (slow growth) atau bahkan menurun, jangan tunggu sampai kurva pertumbuhan terus menurun melewati 2 Garis Persentil karena bayi dapat mengalami gagal tumbuh/failure to thrive. Lebih lengkap lagi data pertumbuhan berat badan dilengkapi data pertumbuhan Tinggi badan dan Lingkar Kepala sehingga analisa ahli laktasi dan dokter dapat lebih komprehensif. 3. Behaviour/perilaku bayi
Pasca menyusui, payudara Mama lebih lembut (softer) dan bayi tampak puas, kenyang, tidak rewel, tidur dengan nyenyak dan di saat bangun alert, dan aktif normal. 4. Perkembangan/development bayi
Insert : Gamis Katun Jepang Murah Berkualitas Berbagai Model dan Warna
Pin BB : 27e3c74e
WA :+6282242318804

Secara umum perkembangan bayi memenuhi milestone/tahapan perkembangan bayi secara umum. Biasanya hal ini juga tersedia di KMS/buku kesehatan anak, atau bisa download milestone di web site CDC. Sebagai tambahan adalah informasi mengenai pola buang air besar / bab, walau secara umum bayi / anak ASI eksklusif pola bab nya sangat bervariasi Pada hari-hari pertama bab bayi akan berwarna hitam / hijau gelap dan pekat, hal ini normal karena bayi sedang mengeluarkan meconium. Bila supply ASI Ibu mulai lancar (milk comes in) sekitar 4 hari pasca kelahiran maka bab berangsur-angsur berubah warna menjadi kuning. Yang perlu diwaspadai bila bab berwarna putih seperti dempul dan juga bila bab becampur darah bisa segera diperiksa oleh dokter. Biasanya sampai usia sebulan bayi dapat bab >2x per hari atau bahkan pasca menyusui langsung bab. Hal ini normal, yang perlu diperhatikan apakah bab bayi masih berampas atau hanya cairan saja. Karena jika hanya cairan saja >3x per hari dengan jumlah yang banyak tiap bab, ditambahan frekuensi bak <6x per hari dan perilaku bayi yang rewel bisa konsultasikan ke dokter apakah bayi menderita diare. Setelah bayi berusia 1 atau 2 bulan biasanya frekuensi bayi berkurang. Kadang tidak bab tiap hari, yang perlu diperhatikan apakah perut bayi kembung dan keras serta perilaku bayi rewel. Sebagai penutup, bila tanda-tanda kecukupan ASI tidak terpenuhi dan bayi sudah mulai mengalami dehidrasi segera konsultasi dengan dokter dan ahli laktasi.
Sumber : Fatimah Berliana Monika Purba ,ST,MM

Berat Badan Saat Usia Bayi 2 minggu minimal HARUS SAMA dengan Berat Badan Lahir (BBL)



Patah hati setiap mendengar bayi yang pertumbuhannya tidak baik hingga Gagal Tumbuh (Failure To Thrive). Patah hati karena Ibu bayi tidak teredukasi dan hanya mengandalkan apa kata tenaga kesehatan saja. Harap diingat, Ibu dan Ayahlah dokter anak yang pertama dan utama di rumah, tenaga kesehatan tidak setiap hari bersama bayi dan menilai keadaan bayi.
Jadi walau tenaga kesehatan bilang timbang bayi dan check up saat bayi berusia 1 bulan, Ibu dan Ayah perlu proaktif memastikan bahwa kondisi bayi baik terutama pertumbuhan berat badannya baik dan kesehatan bayi baik. Bila Ibu ada masalah menyusui, tanda-tanda kecukupan ASI/PASI tidak tercukupi atau bayi menunjukkan gejala-gejala penyakit ya segera periksa ke dokter, tidak perlu menunggu hingga 1 bulan seperti saran dokter pada konsultasi sebelumnya.
Jadi bisa dilihat di gambar, bahwa Berat badan bayi ini saat berusia satu bulanan tidak naik alias sama dengan Berat Badan Lahir !
Padahal, saat bayi berusia 10 hingga maksimal 14 hari, berat badannya MINIMAL SAMA dengan Berat Badan Lahir. Penurunan berat badan bayi hingga 7% (rata-rata 5.7% - 6.6%) dari Berat Badan Lahir hingga hari ketiga pasca kelahiran masih dapat ditolerasi kecuali bila ada tanda-tanda red flag lain yang perlu segera diintervensi.
Bila setelah hari keempat berat badan bayi terus menurun, ini adalah warning sign/red flag ada hal yang perlu segera dievaluasi sehingga tidak menunggu sampai bayi gagal tumbuh.
Jadi tolong ya para Ayah #�ASI�, para Ibu baru melahirkan itu banyak sekali perlu dibantu, hal-hal cerewet mengenai pertumbuhan berat badan bayi bisa diambil alih oleh Ayah.
Jadi pengukuran berat badan untuk mengetahui pertumbuhan berat badan bayi (dan ukur juga panjang badan serta lingkar kepala) adalah alat utama dalam menilai kecukupan asupan bayi dan proses menyusui. Dengan mengetahui pertumbuhan bayi, maka kekurangan asupan atau kebalikannya pemberian PASI (Pengganti ASI seperti susu formula) yang tidak perlu dapat dicegah.
Selama bulan pertama kehidupannya, diharapkan bayi naik berat badannya sekitar 25-30 gr per hari atau 170-250 gram per minggu dan bertambah panjang badannya sekitar 2,54 – 3,81 cm selama bulan pertama.
Insert : Gamis Katun Jepang Murah Berkualitas Berbagai Model dan Warna
Pin BB : 27e3c74e
WA :+6282242318804

Penyebab berat badan bayi tidak naik bisa banyak sekali kemungkinan :
- Proses belajar menyusui yang tidak lancar, sulit mencapai posisi dan pelekatan menyusui yang baik - Kelainan anatomi oral bayi (bisa tongue tie, lip tie, hipotonik, dll) - Masalah dari segi Ibu : Ibu stress/depresi, kelainan pada anatomi payudara seperti hypoplasia , puting terbenam sehingga sulit mendapat pelekatan yang baik, pernah trauma pada payudara seperti menjalani operasi pada payudara, tertundanya Laktogenesis 2 sehingga produksi ASI tidak terbangun dengan normal (Delayed Onset of Lactation), dll - Bayi menderita penyakit seperti masalah pada pernapasan, kadar oksigen yang rendah, PJB/Penyakit jantung bawaan, menderita penyakit infeksi, dll
Sumber : Fatimah Berliana Monika Purba, ST,MM

Senin, 15 Agustus 2016

Meninggikan Badan Anak

Minum susu tinggi kalsium bisa buat badan tambah tinggi? Kan begitu kata iklan, kalo nggak salah. Anaknya lebih pendek, trus dia minum susu tinggi kalsium dan bertambahlah tingginya menyamai kawannya yang sebelumnya lebih tinggi.
Hehe, memangnya tinggi badan hanya dipengaruhi oleh asupan kalsium semata? Tentu saja tidak. Faktor genetik (keturunan) sangat berpengaruh. Jika ayah-ibu anak ini memang memiliki perawakan pendek (short stature), tentunya sangat wajar jika anak mereka ternyata lebih pendek dari kawan-kawan sebayanya. Meskipun si anak sudah minum tinggi kalsium setiap hari.
Malahan, bisa jadi anak ini mengalami efek samping kebanyakan minum susu. Misalnya, makannya kurang karena sudah kenyang dengan susu. Lalu risiko anemia defisiensi besi karena asupan kalsium yang tinggi mengurangi penyerapan zat besi di saluran cerna. Dan risiko sembelit.
Bagaimana dengan berenang, apakah bisa menambah tinggi badan?

Saya belum jawab dulu. Posting kali ini sebenarnya ingin sedikit membahas tentang perawakan pendek (short stature) pada anak. Apa artinya? Short stature adalah tinggi badan anak yang berada di bawah persentil 3 atau minus 2 Z-score di kurva pertumbuhan (growth chart). Apa pula artinya ini? Silakan browsing tentang growth chart atau cari sekilas di arsip timeline saya. Nah, ketika secara objektif anak dikategorikan pendek menurut kurva pertumbuhan, maka harus ditentukan, apakah termasuk perawakan pendek yang normal (wajar/fisiologis), atau abnormal? Termasuk fisiologis jika dikategorikan familial short stature (memang keturunannya pendek/genetik) atau constitutional delay (sekarang pendek, nanti ketika menjelang/saat sudah pubertas menjadi tinggi sama halnya dengan kawan-kawan sebayanya). Bagaimana membedakan kedua hal ini? Menggunakan bone age (foto ronsen telapak tangan untuk melihat usia tulang) salah satunya. Jika memang dokter menyimpulkan anak Bapak/Ibu masuk ke dalam perawakan pendek fisiologis ini, maka jangan berkecil hati.
Insert : Gamis Katun Jepang Murah Berkualitas
Pin BB : 27e3c74e
WA :+6282242318804

Apakah tidak ada usaha yang bisa dilakukan untuk menaikkan tinggi badan anak kita? Berenang misalnya?
Sampai saat ini, saya belum menemukan literatur yang cukup "sahih" menjelaskan masalah ini, sehingga saya tidak dapat menjawabnya. Terlepas dari hal ini, berenang adalah olahraga yang sangat baik bagi anak kita. Tetapi jika sudah merutinkan anak berenang dan belum mendapatkan kenaikan tingginya menyamai kawan-kawannya, ya jangan berkecil hati bila pendeknya memang familial. Pastikan nutrisi anak yang seimbang sudah terpenuhi. Jangan sekedar mengandalkan minum susu saja.
Satu lagi, jangan khawatir juga, ada yang namanya secular trend in growth and puberty.

Semoga Bermanfaat
Sumber : dr. Arifianto Apin SpA