Jumat, 19 Agustus 2016

Vaksin Ditemukan Di Kampung Muslim

Dalam buku ini, 1001 Inventions - the Enduring Legacy of Muslim Civilizations, terbitan National Geographic. disebutkan bahwa teknik vaksinasi ditolak oleh warga Inggris saat pertama kali dibawa sekitar 300 tahun yang lalu. Dibawa darimana? Ternyata dari Turki! Pada zaman Turki Usmani.
Bangsa Turki menemukan bahwa apabila anak anak mereka diinokulasi cacar sapi yang diambil dari ambing sapi, mereka tidak akan terjangkit cacar. Jenis vaksinasi ini diperkenalkan ke Inggris oleh Lady Montagu, seorang penulis surat Inggris yang terkenal yang juga isteri Duta Besar Inggris di Istambul pada tahun 1716 - 1718. Ia jadi sangat tertarik dengan metode ini setelah anaknya diinokulasi oleh ahli bedah kedutaan, Charles Maitland
nsert : Gamis Katun Jepang Murah Berkualitas
Pin BB : 27e3c74e
WA :+6282242318804
FB : Gamis Katun Dan Pakaian Anak Ummu Nuriel

Saat di Istambul, Lady Montagu rajin mengirim surat surat ke Inggris yang menceritakan dengan terperinci mengenai metode tradisi Turki ini. Sekembalinya ia ke Inggris, ia terus mempromosikan vaksinasi dan kerabat kerabatnyapun banyak yang divaksin.
Usaha Lady Montagu untuk mengenalkan vaksin ditolak oleh banyak kalangan, termasuk pihak gereja dan kedokteran. Namun penolakan demi penolakan tidak menyurutkan usahanya, bahkan vaksinasi semakin menyebar luas.
Titik balik penerimaan vaksinasi oleh warga Eropa terjadi saat sebuah penjelasan ilmiah mengenai Vaksinasi dimuat dalam Royal Society tahun 1924 yang ditulis oleh Dr. Emmanuel Timoni, ia adalah dokter keluarga Montagu saat berada di Istambul. Kepercayaan terhadap vaksinasi kemudian diperkuat oleh Cassem Aga, duta besar Tripoli. Cassem Aga menjabarkan keamanan vaksinasi dimana metode ini telah lama dipraktekkan di Tripoli, Tunisia, dan Aljazair, serta negeri negeri Muslim lainnnya. Atas penjabarannya itu Cassem Aga dipilih menjadi anggota kehormatan Royal Society tahun 1729. Metode inokulasi kemudian diterapkan di Inggris dan Perancis, sekitar setengah abad sebelum vaksinasi dinyatakan ditemukan oleh Edward Jenner.

Berbagai Sumber

Tidak ada komentar:

Posting Komentar